Thursday, September 18, 2008

Lukisan Dante Allighieri

Dante Allieghieri adalah penyair terbesar dari Italia, ia termasuk salah seorang di antara tiga orang terbesar di dunia di dalam segala abad. (Homerus, Dante dan Sheakespeare) Ia lahir pada tahun 1265 dan meninggal dunia di Ravenna pada tahun 1321, setelah menjalani hidup yang penuh pergolakan.
Untuk mengabadikan orang besar yang tenar ini, maka seorang pengagumnya melukis potret Dante Allighieri pada suatu dinding Bargello di Florence Italia. Demikianlah diceritakan dari tahun-ketahun, tetapi orang tak pernah melihatnya lagi. Benarkah cerita itu?
Seorang pelukis datang ditempat itu dan bertekat bulat untuk menyelidiki sampai dimana kebenarannya. Ia pergi ke tempat, di mana menurut tradisi potret itu dilukis. Ruangan itu dipakai sebagai gudang dan dindingnya telah dilapis dengan kapur kotor. Tetapi dengan segala kesabaran ia membersihkan dinding itu, sedikit demi sedikit. Akhirnya ia berhasil dan nampaklah gambar Dante; wajahnya yang memperlihatkan kesungguhan, kebesaran jiwa dan ketenangan. Seakan-akan Dante kembali memandang pada dunia ini!

‘Luar biasa. Luar biasa’ orang berseru!

Benar hasil yang luar biasa; keadaan yang menakjubkan! Lukisan yang sudah dilupakan, lukisan yang hanya ada dalam cerita, yang tidak pernah dilihat orang…! Tiba-tiba, benar ada, setelah diperbaharui dan dibersihkan.
Tetapi hasil yang luar biasa di atas belum apa-apa, jika dibandingkan dengan pekerjaan ‘pekerja lain’. Namanya Yesus Kristus, Ia memperbaharui hati manusia yang kotor, yang penuh dengan dosa. Manusia yang tadinya diciptakan menurut gambar-Nya, sebagaimana tertulis dalam kitab Kejadian 1:27, ‘maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka’.
Manusia tersebut telah jatuh kedalam dosa. Persis seperti kapur dinding yang kotor tadi menutup sama sekali lukisan Dante yang indah itu, demikian pulalah manusia ditutup dengan kekotoran dosa, hingga ia tidak dapat dikenal lagi. Gambar atau citra Allah tidak nampak lagi pada diri manusia. Oleh karena dosa yang memisahkan kita dari Allah, maka manusia jadi jahat,, bahkan kadang-kadang perilakunya lebih ganas dari binatang buas.
Inilah tampilan keganasan manusia setelah terpisah dari Allah. Jean Paul Sartre dengan nada pesismis katakan: ‘seandainya keberadaan manusia tanpa ada keterkaitan dengan Allah, maka manusia menjadi tidak berguna’.

Kemudian datanglah juruselamat dunia. Ia membersihkan manusia dari pada dosa, Ia menyucikan manusia dari pada dosa, anda, saya dan kita sekalian. Hanya darah Yesuslah yang memungkinkan untuk dapat menyucikan kita dari dosa. Tidak ada yang lain. Hanya oleh Darah-Nya. Perbuatan baik, keinginan baik, intelektual, keahlian, filsafat…semuanya tidak mampu. Orang yang percaya dalam nama Yesus Kristus, orang yang hidup di dalam Yesus Kristus, ialah ciptaan yang baru (2 Kor 5:17); yang lama sudah berlalu, kekotoran dosa yang menutupinya sudah hilang; yang baru sudah terbit. Inilah mujizat yang paling besar, jauh lebih besar dari pada penemuan lukisan Dante di Bargello, Florence, sekalipun dunia mengaguminya. Dengan demikian mujizat yang terbesar bagi kita sekalian adalah: jika kita ikut disucikan oleh Darah Yesus Kristus maka jaminan hidup kekal telah kita dapatkan.Yang akhirnya seperti kata Paulus dalam Efesus 5:1. kita dapat menjadi ‘penurut-penurut’ Allah (sesuai dengan teks Yunaninya kata penurut berarti imitasi Allah). GAMBAR ALLAH PADA MANUSIA NAMPAK LAGI.?

Thursday, September 11, 2008

Greetings!

Welcome to my blog. My name is Roma and I will write about great Christian books that will help you to walk closer with God. You can visit my website http://www.AboutChristianBooks.com to find some resources.

May God bless you,
Roma